Banjir Rendam 7 Kelurahan di Kendal, Warga Minta Normalisasi Sungai
Daftar isi:
Banjir yang melanda Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, membawa dampak signifikan bagi masyarakat. Terlebih lagi, hujan deras yang turun selama beberapa jam menyebabkan aliran Sungai Kendal meluap, merendam tujuh kelurahan dan mengganggu kehidupan sehari-hari warga setempat.
Cuaca yang ekstrem ini bukan hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan warga. Ketinggian air yang merendam mencapai 50 cm, memaksa banyak orang untuk evakuasi dan mencari tempat aman.
Daerah Terdampak dan Tingkat Kerusakan yang Ditimbulkan
Tujuh kelurahan yang terendam banjir adalah Patukangan Pegulon, Kalibuntu Wetan, Langenharjo, Kebindalem, Trompo, Sukodono, Balok, dan Bandengan. Di dalam kawasan ini, banyak rumah yang terpaksa ditinggalkan penghuninya, sementara beberapa dari mereka tetap bertahan meski air mulai masuk ke area hunian.
Dalam beberapa kasus, meskipun berada dalam situasi yang genting, warga masih memilih untuk tinggal di rumah, mengingat bahwa cuaca buruk tampaknya belum berlalu. Ketidakpastian ini menambah rasa cemas di antara warga, yang selalu berharap agar air segera surut.
Setiap tahun, wilayah ini mengalami banjir akibat dari curah hujan yang tinggi, namun intensitasnya kali ini telah mengkhawatirkan banyak pihak. Banyak warga merasa bahwa penanganan banjir dari pemerintah kurang memadai, membuat mereka harus menghadapi musibah ini secara berulang.
Penyebab Utama Banjir dan Dampak Lingkungan
Pakar lingkungan menyebutkan bahwa salah satu penyebab utama banjir adalah sedimentasi yang parah di aliran sungai. Keberadaan sampah dan sisa-sisa pembangunan juga sangat menghambat arus air, yang menyebabkan Sungai Kendal tidak mampu menampung debit air yang tinggi.
Kondisi sungai yang dangkal memperburuk situasi, menyebabkan air meluap dan menggenangi pemukiman warga. Hal ini menunjukkan pentingnya perlunya perawatan dan pembersihan secara rutin terhadap sungai agar banjir tidak terus berulang.
Selain itu, perubahan iklim yang mengakibatkan intensitas hujan semakin meningkat juga berkontribusi pada munculnya banjir. Fenomena ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah serta masyarakat dalam menghadapi risiko bencana alam yang semakin sering terjadi.
Tanggapan Masyarakat dan Upaya dari Pemerintah
Masyarakat di Kabupaten Kendal telah berusaha untuk menyampaikan keluhan dan saran kepada pemerintah terkait banjir yang berulang. Dalam dialog dengan pihak berwenang, mereka berharap agar ada langkah-langkah konkret yang diambil untuk memperbaiki situasi.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengakui bahwa pemerintah daerah tidak bisa menangani masalah banjir ini sendirian. Diperlukan kerjasama antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat untuk merancang langkah-langkah pencegahan yang efektif.
Warga berharap agar program penanggulangan banjir berkelanjutan dapat segera diimplementasikan. Konservasi lingkungan dan penataan tata ruang yang lebih baik di sepanjang aliran sungai menjadi langkah yang wajib dilakukan untuk menghindari bencana serupa di kemudian hari.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







