Tindak Tegas Perusak Lingkungan di Sumut, Bobby Janji akan Bertindak
Daftar isi:
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelaku perusakan lingkungan dalam upaya mencegah bencana banjir dan longsor yang sering melanda daerah tersebut. Hal ini disampaikannya dalam perayaan Natal bersama korban bencana di Bernada Hall, Medan, yang berlangsung pada akhir Desember 2025.
“Pemerintah Provinsi Sumut berkomitmen untuk menindak tegas segala bentuk perusakan lingkungan,” ujar Bobby. Hal ini menjadi penting mengingat dampak serius dari bencana yang telah merusak banyak rumah dan infrastruktur di daerah itu.
Penyebab Bencana Akibat Perusakan Lingkungan
Bobby menjelaskan bahwa musibah banjir dan longsor yang melanda Sumut baru-baru ini telah mengakibatkan lebih dari 24.000 rumah mengalami kerusakan. Melihat data terbaru, kondisi ini bervariasi dari rusak ringan hingga rumah yang hilang terbawa longsor.
“Lebih dari 20.000 rumah terdampak, dan angka ini terus bertambah,” ungkapnya. Sementara itu, ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam untuk menghindari bencana serupa di masa mendatang.
Masyarakat juga diimbau untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Kerusakan alam akibat aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko bencana. Ini adalah konsekuensi yang harus dihadapi jika kesadaran masyarakat tentang kebersihan dan keberlanjutan lingkungan rendah.
Pentingnya Kebersamaan dalam Pemulihan Pasca-Bencana
Dalam konteks perayaan Natal, Bobby menggugah semangat masyarakat agar memperkuat kepedulian sosial. Pemulihan pasca-bencana tidak hanya mengacu pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas antar sesama.
“Kita harus menjaga keharmonisan antara manusia dan alam. Hal ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” katanya. Dalam suasana sukacita Natal, penting untuk saling mengingat dan membantu mereka yang terdampak bencana.
Bobby juga mengajak masyarakat untuk turut serta dalam upaya pemulihan dengan melibatkan diri dalam kegiatan sosial. “Tidak cukup hanya dengan kata-kata; kita harus bertindak nyata untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah,” imbuhnya.
Aksi Konkret untuk Masyarakat yang Terdampak
Di sisi lain, Ketua DPD Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sumut, Swangro Lumban Batu, menyerukan kepada seluruh kader dan umat Kristiani untuk berbuat baik melalui aksi nyata. Ia menekankan pentingnya gerakan bersama untuk membantu masyarakat yang paling terpengaruh.
“Jangan tutup mata terhadap penderitaan saudara-saudara kita. Mari kita bantu mereka yang masih di pengungsian atau yang kehilangan harta benda mereka,” serunya. Aksi bersama ini merupakan cara untuk menghidupkan tema ‘Pulihkan Bangsa Kami’ dengan sebaik-baiknya.
Peningkatan kesadaran dan tindakan kolektif menjadi kunci dalam menghadapi situasi sulit seperti ini. Setiap individu diharapkan dapat berkontribusi sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







