Korban Pemancing Tenggelam di Kepri Ditemukan Tewas setelah Speed Boat Kecelakaan
Daftar isi:
Di perairan Coastal Area, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, sebuah insiden mengerikan terjadi ketika sebuah speed boat tenggelam akibat gelombang tinggi. Pada Sabtu sore, Tim SAR gabungan berhasil menemukan salah satu korban tenggelam dalam kondisi tidak bernyawa.
Korban yang ditemukan adalah Zainudin, seorang pria berusia 33 tahun. Penemuan jasadnya dilakukan pada pukul 15.27 WIB, berjarak sekitar 15 nautical mile dari lokasi kejadian. Operasi pencarian ini berlangsung sejak sehari sebelumnya setelah laporan mengenai kehilangan diungkapkan.
“Korban dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Muhammad Sani Tanjung Balai Karimun,” ujar M. Fatur Rachman, Pelaksana Harian Kepala Kantor SAR Tanjungpinang. Penemuan Zainudin menandai akhir dari pencarian yang komprehensif oleh berbagai unsur tim.
Proses Pencarian yang Melibatkan Banyak Unsur
Dengan telah ditemukannya semua korban yang terlibat, M. Fatur menyatakan bahwa operasi SAR telah berhasil diselesaikan. Seluruh unsur gabungan kemudian kembali ke pangkalan masing-masing, menyelesaikan misi pencarian yang penuh tantangan tersebut.
Dari informasi yang diterima, operasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Pos Pencarian dan Pertolongan Tanjung Balai Karimun, Satpolairud Polres Karimun, Lanal Tanjung Balai Karimun, serta dukungan masyarakat. Kerjasama ini mencerminkan semangat kolaborasi dalam menghadapi situasi darurat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, tanpa dukungan mereka, pelaksanaan operasi ini tidak akan semulus ini,” tambah Fatur menunjukkan rasa apresiasi yang tinggi. Tim SAR tidak hanya sekadar melakukan pencarian, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada keluarga korban.
Kronologi Insiden Speed Boat yang Tenggelam
Insiden tersebut bermula ketika sebuah speed boat mengalami masalah di tengah laut akibat gelombang yang cukup besar. Kapal yang diperuntukkan bagi para pemancing ini terbalik dan tenggelam, menyebabkan beberapa orang terjatuh ke dalam laut.
Dari empat pemancing yang berada di dalam speed boat, hanya tiga orang yang berhasil diselamatkan. Mereka terguncang, terombang-ambing dalam kondisi yang sangat sulit dan berusaha untuk menyelamatkan diri menggunakan jerigen sebagai alat bantu terapung.
Tiga pemancing yang selamat adalah Misran, Reski Febrianda, dan Supriyanto, semuanya beruntung ditemukan dan dievakuasi oleh Kapal KM Sempurna. Keberanian mereka dalam menghadapi situasi berbahaya patut diacungi jempol.
Penanganan setelah Penemuan Korban
Setelah menemukan Zainudin, proses selanjutnya adalah evakuasi jasadnya ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap korban dan untuk memastikan bahwa keluarga mendapatkan kejelasan mengenai insiden tersebut.
Tim SAR secara keseluruhan menunjukkan profesionalisme yang tinggi selama proses pencarian dan penanganan. Mereka memastikan semua langkah mengikuti prosedur yang benar agar setiap aspek insiden dapat ditangani dengan baik.
Seluruh unsur yang terlibat tidak hanya memiliki peran dalam pencarian, tetapi juga dalam memberikan dukungan kepada keluarga korban. Perhatian terhadap kesejahteraan psikologis keluarga merupakan hal yang sangat penting dalam situasi sulit seperti ini.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







