Gabungan Arek Surabaya Desak Hukum untuk Anggota Ormas yang Mengusir Nenek
Daftar isi:
Seratusan pemuda dari berbagai kalangan masyarakat sipil di Surabaya, Jawa Timur, melaksanakan aksi solidaritas untuk nenek Elina Widjajanti yang berusia 80 tahun. Kegiatan ini diadakan sebagai respons terhadap dugaan kekerasan dan pengusiran paksa yang dialami oleh Elina, yang dituduh dilakukan oleh anggota sebuah organisasi masyarakat pada Jumat, 26 Desember.
Pengusiran tersebut diduga dilakukan oleh anggota organisasi Madura Asli Sedarah, yang kemudian dibantah oleh Ketua Umum DPP Madas, Mohamad Taufik. Dia menegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam insiden yang telah memicu kecaman dari publik.
Sikap tegas ini terlihat dari pernyataan Koordinator aksi yang juga merupakan pimpinan gerakan For Justice, Purnama. Menurutnya, aksi ini adalah simbol bahwa masyarakat Surabaya menolak tindakan kejam yang dialami oleh seorang nenek lanjut usia.
Aksi Solidaritas Pemuda Surabaya Terhadap Nenek Elina Widjajanti
Masyarakat yang hadir dalam aksi ini meminta pihak kepolisian untuk segera menindak para pelaku kekerasan tersebut. Mereka menegaskan pentingnya penegakan hukum yang adil dan tegas dalam kasus ini agar tidak terulang di kemudian hari.
Tindakan pengusiran yang dialami Elina melibatkan tindakan kekerasan yang mengakibatkan fisiknya terluka. Purnama menegaskan bahwa perlakuan terhadap Elina sangat tidak manusiawi dan tidak bisa ditoleransi.
Massa aksi mengajak masyarakat lainnya untuk bersatu dalam menuntut keadilan bagi Elina. Dalam aksi tersebut, mereka juga mendesak aparat untuk menaikkan status terduga pelaku menjadi tersangka secepatnya.
Elina Widjajanti, pada usia 80 tahun, mengalami trauma yang mendalam akibat insiden tersebut. Tindak kekerasan yang ia terima tidak hanya berdampak pada dirinya, tetapi juga pada anak dan cucunya yang menyaksikan peristiwa itu.
Koordinator aksi memastikan bahwa mereka tidak akan berhenti mengawal kasus ini hingga ada keadilan bagi Elina. Mereka berharap polisi tidak memberikan ruang bagi kekerasan dan penganiayaan di masa mendatang.
Dampak Psikologis Terhadap Korban dan Keluarga
Dari laporan kuasa hukum Elina, Wellem Mintarja, diketahui bahwa akibat pengusiran, Elina mengalami luka fisik yang serius. Selain itu, ia dan seluruh keluarganya merasakan ketakutan yang mendalam akibat kekerasan yang mereka alami.
Wellem juga menjelaskan bahwa proses pengusiran tidak dilakukan melalui jalur hukum yang sah. Rumah Elina diruntuhkan tanpa adanya putusan pengadilan, mengakibatkan hilangnya tempat tinggal dan barang-barang pribadi yang berharga.
Kasus ini juga menunjukkan adanya tindakan sewenang-wenang yang dilakukan oleh segelintir orang. Hal ini mengundang kekhawatiran bahwa tindakan semacam ini bisa terjadi lagi di masyarakat.
Pihak kepolisian Jawa Timur mengkonfirmasi bahwa mereka telah menerima laporan mengenai kejadian ini dan telah mulai mengambil langkah-langkah investigasi. Sejauh ini, enam orang saksi telah diperiksa untuk mengumpulkan bukti yang dibutuhkan.
Kasus ini juga menarik perhatian wakil wali kota Surabaya yang menjanjikan untuk segera menyelidiki serta memberikan penanganan hukum yang tegas. Ia menyatakan perlunya tindakan preventif agar kejadian serupa tidak terjadi di masa depan.
Pernyataan Organisasi Masyarakat dan Tindakan Lanjutan
Kepala DPP Madas, Mohamad Taufik, segera membuat klarifikasi terkait dugaan keterlibatan organisasi yang dipimpinnya. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa mereka tidak mendukung aksi kekerasan dan mengutuk tindakan tersebut.
Taufik juga menambahkan bahwa meski ada anggota mereka yang terlibat, orang tersebut bukan merupakan bagian sah dari organisasi saat tindakan itu dilakukan. Hal ini menjadi sorotan dan menambah keinginan masyarakat untuk penegakan hukum.
Pihak Madas berkomitmen untuk mendukung proses hukum terhadap anggota yang terbukti terlibat dalam tindakan pelanggaran hukum. Taufik memastikan bahwa tidak akan ada toleransi bagi tindakan premanisme oleh siapa pun.
Elemen penting dalam penyelesaian kasus ini adalah transparansi dan akuntabilitas dari semua pihak yang terlibat. Dukungan masyarakat untuk penegakan hukum menjadi sangat krusial dalam mengatasi masalah ini.
Pihak Madas berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang. Mereka meminta masyarakat untuk bekerjasama dalam menciptakan suasana yang aman dan damai.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now









