Thailand akan kurangi masa tinggal bebas visa pelancong jadi hanya 30 hari
Daftar isi:
Menghadapi ancaman keamanan yang semakin meningkat, Pemerintah Thailand mengambil langkah tegas untuk mengawasi kedatangan pengunjung dari luar negeri. Pihak berwenang kini memberikan perhatian khusus kepada dua kelompok yang datang dengan skema bebas visa, guna melindungi stabilitas negara.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada 16 Desember 2025, juru bicara Biro Imigrasi Thailand mengungkapkan bahwa arahan sudah diterima untuk menjalankan pemeriksaan lebih ketat. Kebijakan ini untuk menanggapi kekhawatiran masyarakat yang muncul, terutama di media sosial mengenai keamanan nasional Thailand.
Keputusan tersebut muncul setelah adanya peringatan dari para akademisi mengenai potensi ancaman yang berasal dari tentara bayaran asing. Mereka menekankan bahwa situasi ini dapat mengganggu ketentraman dan keamanan di Thailand, apalagi dengan ketegangan yang terjadi di perbatasan Kamboja.
Tindakan Pemeriksaan Ketat untuk Keamanan Nasional
Dalam rangka menjalankan kebijakan baru ini, Biro Imigrasi Thailand telah berkoordinasi dengan kepala lima bandara utama. Bandara tersebut meliputi Suvarnabhumi, Don Mueang, Chiang Mai, Phuket, dan Hat Yai, dan tugas ini dilaksanakan sejak 11 Desember 2025.
Pemeriksaan keamanan yang lebih ketat tersebut bertujuan untuk mencermati setiap individu yang memasuki wilayah Thailand melalui pintu-pintu masuk tersebut. Petugas imigrasi kini dilengkapi dengan prosedur baru untuk mengidentifikasi dan memeriksa pengunjung yang berasal dari daerah konflik atau entitas yang dicurigai.
Keputusan untuk memperketat pengawasan ini menyusul diskusi di kalangan akademisi yang menyampaikan kekhawatiran mereka. Peningkatan jumlah tentara bayaran dari Eropa Timur dan Asia Utara menjadi perhatian khusus karena potensi ancaman yang bisa mereka timbulkan.
Meningkatnya Ketegangan di Wilayah Sekitar Thailand
Situasi keamanan yang sensitif di kawasan Asia Tenggara, khususnya di perbatasan Kamboja, berkontribusi pada keputusan ini. Meskipun penerbangan komersial antara Thailand dan Kamboja tetap beroperasi secara normal, pihak berwenang khawatir akan potensi konflik yang melibatkan warga negara asing.
Ketegangan tersebut dapat diakibatkan oleh berbagai faktor, termasuk ketidakstabilan politik di negara-negara tetangga. Hal ini membuat Pemerintah Thailand merasa perlu untuk lebih berwaspada terhadap siapa saja yang ingin memasuki wilayahnya.
Para pejabat mengingatkan bahwa pengunjung dari daerah konflik mungkin akan memilih untuk tidak berwisata ke Thailand. Oleh karena itu, upaya ini juga bertujuan untuk melindungi industri pariwisata yang menjadi tulang punggung perekonomian negara.
Penerapan Prosedur dan Kebijakan Baru di Bandara
Penerapan kebijakan baru ini tentu tidak hanya berfokus pada seleksi ketat terhadap pengunjung. Namun juga melibatkan pelatihan dan peningkatan kapabilitas bagi petugas imigrasi dalam menangani situasi yang berpotensi berbahaya.
Dalam pelaksanaannya, petugas harus mampu berkomunikasi dengan efektif dan menganalisis perilaku pengunjung dengan cepat. Hal ini penting mengingat situasi yang bisa berubah dengan cepat ketika berhadapan dengan orang-orang yang dicurigai.
Langkah-langkah ini diambil untuk mencegah insiden yang dapat merugikan nama baik Thailand sebagai negara yang aman. Keberhasilan dalam menjalankan prosedur ini berpotensi memperkuat hubungan antara Thailand dan negara-negara lain dalam konteks keamanan regional.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







