Korea Selatan Targetkan 30 Juta Kunjungan Wisman pada 2028 Fokus pada Wisata Kecantikan
Daftar isi:
Organisasi Pariwisata Korea Selatan berambisi untuk mencapai 30 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2028, dua tahun lebih cepat dari target yang ditetapkan pemerintah. Langkah ini diambil untuk mengejar ketertinggalan dengan Jepang yang terprediksi akan menerima 42,7 juta wisatawan internasional pada tahun 2025.
Presiden KTO, Park Sung Hyeuck, menekankan urgensi keputusan ini. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa untuk merealisasikan visi ini, pihaknya telah merancang strategi yang ambisius dan mendetail.
Rekor kunjungan wisman yang dicapai Korea Selatan pada tahun lalu, yaitu 18,9 juta, menunjukkan adanya tren positif. Angka tersebut meningkat sebesar 15,7 persen dibanding tahun sebelumnya, dan juga merupakan kenaikan 8,2 persen dibandingkan dengan angka pra-pandemi pada tahun 2019.
Untuk mencapai target 30 juta pengunjung, Park menyatakan bahwa Korea Selatan perlu meningkatkan pertumbuhan tahunan lebih dari 16 persen. Meskipun dianggap berani, Park menyebut pertumbuhan ini sebagai kebutuhan penting untuk menyesuaikan diri dengan permintaan pasar.
Strategi Pemasaran yang Berbasis Tiga Pilar Utama
Penyusunan strategi ini dibangun di atas tiga pilar utama: menarik lebih banyak pengunjung, memperpanjang masa tinggal, dan mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dalam sistem pariwisata. Dengan pendekatan ini, KTO berharap dapat menciptakan pengalaman yang lebih memuaskan bagi wisatawan.
Pilar pertama, menarik pengunjung, melibatkan berbagai kampanye pemasaran global yang dirancang untuk menarik minat wisatawan dari berbagai belahan dunia. Fokus utama adalah negara-negara yang telah menunjukkan potensi tinggi dalam wisatawan yang berkunjung ke Korea Selatan.
Pilar kedua, memperpanjang masa tinggal, mengharuskan pengembangan program-program yang bisa membuat wisatawan tertarik untuk tinggal lebih lama. Misalnya, penawaran paket wisata yang lebih beragam dan menarik, serta acara-acara yang bersifat internasional.
Terakhir, pilar ketiga adalah tentang integrasi teknologi, di mana penggunaan AI diharapkan dapat mempermudah perjalanan wisatawan. Dengan memanfaatkan data dan analitik, KTO ingin menawarkan layanan yang lebih personal dan relevan bagi setiap individu.
Fokus pada Kualitas dan Sektor Premium
Penting untuk diingat bahwa bukan hanya volume kunjungan yang menjadi tolak ukur kesuksesan. KTO berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan dengan fokus pada sektor premium, seperti wisata kesehatan, kecantikan, dan konferensi internasional.
Park menegaskan bahwa keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung, tetapi juga dari berapa lama mereka tinggal dan seberapa banyak yang mereka belanjakan. Dia mengajak semua pihak untuk bekerja bersama dalam menciptakan nilai tambah bagi setiap kunjungan.
Dalam upaya menarik pasar premium, berbagai program dan layanan khusus sedang dikembangkan. Termasuk di dalamnya adalah kerjasama dengan fasilitas medis dan klinik kecantikan untuk menawarkan pengalaman yang berbeda bagi wisatawan.
Katalisator untuk semua ini adalah kolaborasi antar sektor, termasuk bisnis, pemerintah, dan komunitas lokal. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang lebih baik untuk pariwisata Korea Selatan.
Menjawab Tantangan dan Memanfaatkan Peluang di Era Pasca-Pandemi
Kondisi pasca-pandemi telah membawa tantangan baru bagi industri pariwisata di seluruh dunia, tidak terkecuali Korea Selatan. Meski begitu, Park percaya ada banyak peluang yang bisa dimanfaatkan untuk menarik lebih banyak wisatawan.
Dampak dari pengalaman pandemic menuntut inovasi yang cepat dan adaptasi yang efektif. Banyak pelaku industri kini lebih terbuka untuk berkolaborasi guna menciptakan solusi kreatif dan relevan.
Dalam konteks ini, KTO berupaya mendorong transformasi digital yang lebih mendalam dan berkelanjutan. Hal ini bertujuan untuk menyederhanakan proses perjalanan dan meningkatkan pengalaman calon wisatawan.
Park juga menyatakan bahwa mereka akan terus memantau tren global serta kebutuhan konsumen. Dengan respons yang tepat dan cepat, Korea Selatan dapat memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata utama di Asia.
Dengan berbagai inisiatif yang telah disusun, ada harapan bahwa Korea Selatan dapat mencapai tujuannya. Keberhasilan ini bukan hanya bergantung pada angka, tetapi juga pada pengalaman berkesan yang dapat diberikan kepada setiap pengunjung.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now









