Dokter Oky Pratama Laporkan Penerimaan Teror Melalui Karangan Bunga ke Polisi
Daftar isi:
loading…
dr Oky Pratama. Foto: Instagram
Kota Jakarta kembali menjadi sorotan ketika seorang dokter kecantikan, Oky Pratama, melaporkan dugaan teror yang diterimanya. Teror tersebut berupa pengiriman karangan bunga yang menurutnya mengandung unsur fitnah dan pencemaran nama baik.
Laporan resmi telah teregister di Polda Metro Jaya dengan nomor LP/B/6090/VIII/2025/SPKT/POLDA METRO JAYA. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan bahwa laporan tersebut dibuat pada tanggal 28 Agustus 2025.
Budi mengungkapkan bahwa Dokter Oky merasa terintimidasi dengan mengirimkan karangan bunga tersebut ke rumah dan tempat prakteknya. Ini adalah sebuah tindakan yang dianggapnya bukan hanya sekadar lelucon, tetapi sebuah ancaman serius.
Menyelidiki Kasus Teror yang Dialami oleh Dokter Oky Pratama
Pihak kepolisian segera bergerak untuk menyelidiki kasus ini setelah laporan diterima. Kombes Pol Budi menerangkan bahwa proses mediasi telah difasilitasi antara Dokter Oky sebagai pelapor dan dua orang yang diduga terlibat, HPS dan IW, pada 8 Januari lalu. Namun, keduanya tidak memenuhi panggilan yang dijadwalkan.
Ketidakhadiran HPS dan IW dalam mediasi tersebut memunculkan tanda tanya di kalangan masyarakat. Banyak yang sangat mendukung Dokter Oky, tetapi ada juga yang meminta agar semua pihak terlibat diberi kesempatan untuk menjelaskan situasi mereka.
Orang-orang terdekat Dokter Oky mengungkapkan bahwa ia memang telah beberapa kali mendapatkan ancaman yang mengganggu kehidupannya. Hal ini semakin mempertegas perlunya perlindungan terhadap profesional kesehatan yang juga berjuang di tengah pandemi.
Reaksi Publik dan Dukungan terhadap Oky Pratama
Setelah berita tentang kasus ini beredar, reaksi publik cukup beragam. Banyak yang memberikan dukungan moral kepada Dokter Oky melalui media sosialnya. Unggahan-unggahan tentang aktivismenya sebagai dokter kecantikan turut menjadi bahan perbincangan di kalangan anak muda.
Laporan ini juga menjadi sorotan bagi banyak media, membuat masyarakat lebih sadar akan dampak negatif dari teror psikologis. Banyak yang mendukung keputusannya untuk melapor ke pihak berwajib sebagai bentuk tindakan tegas terhadap pelaku intimidasi.
Dalam konteks yang lebih luas, insiden ini menunjukkan pentingnya perlindungan bagi profesional kesehatan. Banyak yang mengajak masyarakat untuk lebih menyadari betapa stres dan ketegangan bisa mempengaruhi kinerja mereka.
Pentingnya Mediasi dalam Kasus Teror dan Intimidasi
Mediasi dalam kasus seperti ini bisa menjadi langkah awal untuk menyelesaikan masalah tanpa harus melalui proses hukum yang panjang. Seperti yang dijelaskan oleh Kombes Pol Budi, pendekatan mediasi bisa membantu meredakan situasi yang tegang.
Diharapkan dalam pertemuan berikutnya, HPS dan IW bersedia untuk hadir dan menjelaskan posisi serta pandangan mereka. Ini penting agar semua pihak dapat mendengarkan dan saling memahami satu sama lain.
Pihak kepolisian juga telah mengingatkan semua orang tentang pentingnya menghormati privasi serta mencegah segala bentuk intimidasi. Semua individu berhak untuk merasa aman di komunitas mereka, terutama dalam profesi yang melayani masyarakat.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








